
General
Korea Youth Summit 2026Joseph Hahmmin KangHonorable MentionEthical LeadershipYouth LeadershipGlobal CitizenshipJoseph Hahmmin Kang Raih Honorable Mention KYS 2026 lewat Gagasan Kepemimpinan Etis
Korea Youth Summit 4th - Sep 22, 2026
Seoul, South Korea – Korea Youth Summit (KYS) 2026 kembali mempertemukan generasi muda dari 11 negara di Seoul, Korea Selatan, pada 6–10 September 2026. Mengus…
Full announcement
Seoul, South Korea – Korea Youth Summit (KYS) 2026 kembali mempertemukan generasi muda dari 11 negara di Seoul, Korea Selatan, pada 6–10 September 2026. Mengusung tema “Empowering Youth to Preserve Culture and Driving Sustainable Innovation” dan tagline “Living Culture, Lasting Legacy,” KYS 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan gagasan tentang berbagai tantangan global.
Salah satu gagasan tersebut datang dari Joseph Hahmmin Kang, Co-Founder Interscholastic Ethics Society (IES), yang meraih Honorable Mention melalui presentasi bertajuk “Empowering Ethical Youth Leadership: Building Integrity, Global Citizenship, and Sustainable Change.”
Melalui presentasinya, Joseph membahas bagaimana anak muda dapat membangun kepemimpinan yang berintegritas dan menghasilkan perubahan yang bertahan dalam jangka panjang.
Kepemimpinan Etis sebagai Keterampilan yang Dilatih
Joseph membawa gagasan bahwa kepemimpinan etis bukan sekadar karakter bawaan. Menurut pendekatan yang disampaikan, kepemimpinan membutuhkan latihan dan infrastruktur yang mampu mengubah keyakinan menjadi tindakan yang konsisten.
Karena itu, ia membangun presentasinya melalui tiga pilar utama: integritas dalam perbedaan pendapat, kepercayaan lintas perbedaan, serta pembangunan institusi yang dapat bertahan melampaui satu individu.
Pilar Pertama: Integritas dalam Perbedaan Pendapat
Pilar pertama berangkat dari pengalaman Joseph selama tiga tahun mengikuti sirkuit debat internasional di lima negara, yaitu Zimbabwe, Prancis, Inggris, Singapura, dan Korea Selatan. Pengalaman tersebut turut membentuk pandangannya tentang pentingnya memahami argumen orang lain sebelum memberikan tanggapan.
Salah satu pendekatan yang ia tekankan adalah steelmanning. Metode ini mengajak seseorang menyusun versi terkuat dari argumen pihak lain tanpa mengubah atau menyederhanakan maksudnya.
Dalam praktiknya, seseorang perlu menyampaikan kembali posisi lawan bicara sebelum memberikan respons. Setelah itu, ia perlu membangun argumen tersebut dalam bentuk yang paling kuat. Respons baru diberikan setelah pihak lain mengakui bahwa posisinya telah dipahami dengan tepat.
Dengan demikian, perbedaan pendapat tidak harus berakhir pada saling menyerang. Sebaliknya, proses tersebut dapat menjadi latihan untuk membangun integritas dalam berdiskusi.
Pilar Kedua: Membangun Kepercayaan Lintas Perbedaan
Pilar kedua berfokus pada kepercayaan. Joseph menghubungkannya dengan perjalanan Interscholastic Ethics Society yang berkembang dari enam teman di satu sekolah pada April 2023 menjadi lebih dari 1.200 anggota dari 35 sekolah mitra pada November 2025.
Perkembangan tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari forum etika hingga kemitraan pengabdian masyarakat. IES juga terlibat dalam petisi kepada Majelis Nasional Korea mengenai keselamatan anak dalam penggunaan AI pada November 2025.
Selain itu, IES menyelenggarakan Environmental Ethics Forum bersama Menteri Kim Sung-hwan pada Maret 2026.
Dari pengalaman tersebut, Joseph menekankan bahwa kepercayaan lintas perbedaan dibangun melalui tindakan yang konsisten. Hadir secara rutin, memenuhi komitmen, dan memahami hal yang dianggap penting oleh pihak lain menjadi bagian dari proses tersebut.
Pilar Ketiga: Membangun Institusi yang Bertahan
Pilar terakhir mengarahkan perhatian pada pentingnya membangun sistem yang tetap berjalan setelah seorang pemimpin tidak lagi berada di dalamnya.
Salah satu contoh yang dibawa Joseph adalah petisi yang diajukan siswa sekolah menengah kepada Majelis Nasional Korea pada November 2025 terkait keselamatan anak dalam penggunaan AI. Petisi tersebut kemudian mendapat pemberitaan dari The Korea Times pada Desember 2025.
Petisi tersebut mengusulkan pembatasan akses AI bagi anak di bawah 12 tahun dengan pengecualian untuk kebutuhan pendidikan. Selain itu, usulan tersebut mencakup fitur keselamatan seperti verifikasi usia, perlindungan dalam dialog krisis, batas penggunaan, serta pendidikan mengenai keamanan AI di sekolah.
Bagi Joseph, kepemimpinan tidak berhenti pada menyampaikan kepedulian. Pemimpin juga perlu membangun infrastruktur yang membuat kepedulian tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan. Petisi, piagam, dan pertemuan rutin mungkin terlihat sederhana, tetapi semuanya dapat membantu sebuah gerakan bertahan lebih lama.
Mengubah Masalah Lokal Menjadi Perubahan yang Berkelanjutan
Dalam penutup presentasinya, Joseph mendorong anak muda untuk tidak menunggu sampai merasa sepenuhnya siap untuk mulai memimpin. Menurut gagasan yang ia sampaikan, kesiapan justru berkembang melalui keberanian untuk mengambil tindakan dan belajar dari proses tersebut.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menyelesaikan persoalan lokal secara menyeluruh. Sebab, masalah yang muncul dalam komunitas kecil dapat memiliki kaitan dengan tantangan yang lebih luas.
Sebelum meninggalkan Seoul, Joseph memberikan dua ajakan praktis kepada para pemimpin muda. Pertama, mencari seseorang yang memiliki pandangan berbeda dan mencoba memahami argumennya dalam bentuk yang paling kuat sebelum memberikan respons. Kedua, membangun satu bentuk infrastruktur sederhana untuk menyelesaikan persoalan di komunitas masing-masing.
Kesimpulan
Melalui presentasinya di Korea Youth Summit 2026, Joseph Hahmmin Kang meraih Honorable Mention dengan membawa gagasan tentang kepemimpinan etis yang berangkat dari integritas, kepercayaan, dan pembangunan institusi.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa perubahan berkelanjutan tidak hanya membutuhkan keberanian untuk berbicara. Lebih dari itu, perubahan juga membutuhkan kemampuan untuk memahami perbedaan, membangun kepercayaan, dan menciptakan sistem yang dapat terus berjalan.
Dengan pendekatan tersebut, kepemimpinan anak muda dapat berkembang dari sebuah gagasan menjadi tindakan yang memiliki dampak lebih panjang.
For more information:
Website: www.youthbreaktheboundaries.com
Media Relations – Youth Break the Boundaries
Email: [email protected]